Salesman taking order adalah sales yang rutin mengunjungi pelanggan untuk mencatat pesanan, menjaga hubungan, dan memastikan produk terus tersedia.
Peran ini sering ditemui di bisnis distribusi, FMCG, hingga penjualan B2B yang membutuhkan kontak langsung dan konsisten dengan pelanggan.
Meski terdengar sederhana, pekerjaan salesman taking order punya peran besar dalam menjaga stabilitas penjualan dan loyalitas pelanggan.
Pengertian Salesman Taking Order
Salesman taking order adalah tenaga penjualan yang fokus pada pencatatan dan pengelolaan pesanan dari pelanggan yang sudah ada, bukan mencari pelanggan baru dari nol.
Biasanya, pelanggan yang ditangani sudah:
- Mengenal produk
- Pernah membeli sebelumnya
- Punya kebutuhan rutin
Tugas utama salesman ini adalah memastikan pelanggan terus melakukan repeat order.
Perbedaan Salesman Taking Order dan Sales Canvassing
Banyak orang masih menyamakan dua peran ini, padahal fokusnya berbeda.
Salesman taking order:
- Fokus ke pelanggan lama
- Menjaga hubungan jangka panjang
- Mengamankan repeat order
Sales canvassing:
- Fokus mencari pelanggan baru
- Menawarkan produk ke target baru
- Lebih agresif dalam pendekatan
Keduanya sama-sama penting, tapi punya tujuan yang berbeda dalam strategi penjualan.
Baca Juga: Cara Mengganti WA Business ke WA Biasa Tanpa Kehilangan Chat
Cara Kerja Salesman Taking Order
Cara kerja salesman taking order umumnya berjalan secara terstruktur.
Pertama, salesman memiliki rute atau daftar pelanggan yang dikunjungi secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan.
Kedua, saat kunjungan, salesman mengecek stok, kebutuhan, dan permintaan pelanggan.
Ketiga, pesanan dicatat, baik secara manual maupun lewat aplikasi penjualan.
Terakhir, data pesanan dikirim ke kantor atau sistem untuk diproses lebih lanjut.
Aktivitas Utama Salesman Taking Order
Dalam praktiknya, aktivitas salesman taking order cukup beragam.
Beberapa aktivitas yang paling umum antara lain:
- Mengunjungi pelanggan sesuai jadwal
- Mencatat pesanan produk
- Menawarkan promo atau produk baru
- Mengecek stok dan display barang
- Menyampaikan informasi harga atau kebijakan terbaru
- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
Semua aktivitas ini bertujuan agar pelanggan tetap nyaman dan setia.
Kenapa Peran Salesman Taking Order Sangat Penting?
Salesman taking order adalah ujung tombak yang menjaga kestabilan penjualan harian.
Tanpa peran ini, bisnis bisa mengalami:
- Penurunan repeat order
- Hubungan pelanggan yang renggang
- Distribusi produk yang tidak terkontrol
Dengan salesman yang aktif, bisnis bisa memastikan penjualan berjalan konsisten.
Skill yang Harus Dimiliki Salesman Taking Order
Meski fokusnya mencatat pesanan, skill yang dibutuhkan tidak bisa dianggap sepele.
Beberapa skill penting yang wajib dimiliki:
- Komunikasi yang baik
- Negosiasi sederhana
- Manajemen waktu
- Pemahaman produk
- Kemampuan membangun relasi
Salesman yang punya skill ini biasanya lebih dipercaya pelanggan.
Contoh Salesman Taking Order di Lapangan
Contoh paling mudah ditemui ada di industri FMCG.
Salesman mengunjungi toko kelontong, minimarket, atau apotek untuk:
- Mengecek stok
- Menawarkan pengisian ulang produk
- Mencatat jumlah pesanan
Model ini juga banyak dipakai di distribusi makanan, minuman, dan produk rumah tangga.
Tantangan yang Dihadapi Salesman Taking Order
Meski terlihat stabil, pekerjaan ini tetap punya tantangan.
Beberapa tantangan umum meliputi:
- Pelanggan menunda order
- Persaingan dengan brand lain
- Perubahan harga
- Target penjualan yang ketat
Karena itu, salesman taking order harus fleksibel dan adaptif.
Peran Teknologi dalam Salesman Taking Order
Saat ini, banyak perusahaan sudah memanfaatkan teknologi untuk mendukung salesman.
Contohnya:
- Aplikasi sales mobile
- Sistem CRM
- Digital order form
Dengan teknologi, pencatatan pesanan jadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
Kesimpulan
Salesman taking order adalah peran penting dalam sistem penjualan yang fokus menjaga pelanggan lama dan memastikan repeat order berjalan lancar.
Meski tidak selalu terlihat agresif, kontribusinya sangat besar dalam menjaga stabilitas bisnis.
Dengan cara kerja yang terstruktur, aktivitas rutin, dan dukungan teknologi, salesman taking order bisa menjadi aset berharga bagi perusahaan.