Centric adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu konsep, strategi, atau pendekatan yang berfokus pada satu pusat utama tertentu.
Pusat ini bisa berupa pelanggan, pengguna, manusia, data, atau kebutuhan tertentu, tergantung konteks penggunaannya.
Istilah centric sering muncul di dunia bisnis, teknologi, hingga pengembangan produk.
Singkatnya, centric menekankan apa yang dijadikan fokus utama sebelum mengambil keputusan atau menyusun strategi.
Pengertian Centric Secara Umum
Secara bahasa, kata centric berasal dari kata center yang berarti pusat.
Maka, centric adalah pendekatan yang menempatkan satu elemen sebagai pusat perhatian dalam proses berpikir, perencanaan, maupun pengambilan keputusan.
Konsep ini digunakan agar setiap tindakan yang dilakukan tetap selaras dengan fokus utama yang sudah ditentukan sejak awal.
Apa Arti Centric dalam Dunia Bisnis?
Dalam bisnis, centric adalah pendekatan yang digunakan agar strategi perusahaan tidak asal jalan, tapi benar-benar berorientasi pada fokus tertentu—biasanya pelanggan.
Contoh paling umum:
- Customer-centric
- User-centric
- Data-centric
Bisnis yang menerapkan konsep centric cenderung lebih konsisten, relevan, dan berkelanjutan karena mereka tahu siapa atau apa yang menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Broadcast WhatsApp Gratis & Praktis
Jenis-Jenis Konsep Centric yang Paling Sering Digunakan
Berikut beberapa konsep centric yang sering kamu temui, terutama di dunia kerja dan bisnis.
Customer-Centric
Fokus pada kebutuhan, kepuasan, dan pengalaman pelanggan. Semua keputusan dibuat berdasarkan sudut pandang pelanggan.
User-Centric
Mirip customer-centric, tapi lebih spesifik ke pengguna produk atau aplikasi.
Product-Centric
Berfokus pada kualitas dan fitur produk. Cocok untuk bisnis berbasis inovasi.
Data-Centric
Mengutamakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan sekadar intuisi.
People-Centric
Berfokus pada manusia, baik karyawan maupun pengguna, dari sisi kenyamanan dan kesejahteraan.
Contoh Penerapan Centric dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh nyata penerapan konsep centric:
- Aplikasi yang dibuat sederhana agar mudah digunakan → user-centric
- Toko online yang cepat merespons chat pelanggan → customer-centric
- Perusahaan yang mengambil keputusan berdasarkan laporan dan analisis → data-centric
- Lingkungan kerja yang fleksibel dan sehat → people-centric
Tanpa sadar, konsep centric sering kita temui dalam aktivitas sehari-hari.
Mengapa Konsep Centric Itu Penting?
Ada alasan kuat kenapa konsep ini banyak digunakan, yaitu:
- Membantu fokus pada prioritas utama
- Menghindari strategi yang tidak relevan
- Meningkatkan kepuasan pengguna atau pelanggan
- Membuat keputusan lebih terarah
- Menjaga konsistensi brand atau produk
Dengan pendekatan centric, proses kerja jadi lebih efektif dan minim trial-error.
Perbedaan Centric dan Oriented
Meski mirip, ada sedikit perbedaan:
- Centric → fokus pada pusat utama sebagai dasar semua keputusan
- Oriented → cenderung ke arah atau tujuan tertentu
Namun dalam praktiknya, kedua istilah ini sering digunakan bergantian, terutama dalam konteks bisnis.
Kesalahan Umum Saat Menerapkan Konsep Centric
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Mengaku customer-centric tapi tidak mendengarkan pelanggan
- Fokus berlebihan pada satu aspek dan mengabaikan yang lain
- Tidak konsisten dalam penerapan
- Tidak mengevaluasi kebutuhan yang berubah
Konsep centric harus fleksibel dan terus diperbarui sesuai kondisi.
Centric di Era Digital
Di era digital, centric semakin penting karena pilihan konsumen makin banyak. Bisnis yang tidak fokus pada kebutuhan pengguna akan mudah ditinggalkan.
Teknologi seperti CRM, analitik data, dan feedback online membantu penerapan konsep centric menjadi lebih akurat dan relevan.
Kesimpulan
Centric adalah konsep yang menempatkan satu fokus utama sebagai pusat pengambilan keputusan, baik dalam bisnis maupun kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan centric, strategi jadi lebih terarah, relevan, dan berdampak nyata.